Istana Pastikan Jam Tangan Rolex Buat Timnas Pakai Uang Prabowo

Jam Tangan Rolex, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan sumber dana pemberian jam tangan mewah bermerk Rolex untuk pemain timnas Indonesia dari Presiden Prabowo. Ia menegaskan bahwa itu berasal dari kantong pribadi presiden. Ia juga memastikan bahwa tidak ada anggaran negara yang digunakan untuk pembelian jam tangan itu. Adapun pemberian jam tangan mewah untuk seluruh pamain timnas garuda itu merupakan bentuk dukungan presiden atas prestasi yang sudah dibuat

Jam Tangan Rolex

Dalam beberapa pekan terakhir, publik Indonesia dihebohkan dengan kabar bahwa tim nasional sepak bola Indonesia (Timnas) akan menggunakan jam tangan mewah merek Rolex sebagai bagian dari perlengkapan resmi mereka. Kabar ini semakin menarik perhatian karena disebut-sebut bahwa dana untuk pembelian jam tangan tersebut berasal dari Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Fakta di Balik Jam Tangan Rolex untuk Timnas

Peran Prabowo dalam Pembelian Jam Tangan

Menurut informasi yang beredar, Prabowo Subianto berinisiatif untuk memberikan dukungan kepada Timnas dengan menyediakan dana untuk pembelian jam tangan Rolex. Langkah ini dianggap sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan para pemain dan sebagai simbol semangat juang yang tinggi.

Tujuan dan Makna Simbolis

Jam tangan Rolex dipilih bukan hanya karena kualitas dan prestisenya, tetapi juga sebagai simbol dari dedikasi dan profesionalisme. Dengan mengenakan jam tangan mewah ini, diharapkan para pemain Timnas dapat merasakan tanggung jawab besar yang mereka emban dan termotivasi untuk memberikan yang terbaik di setiap pertandingan.

Respons Masyarakat dan Media

Kabar mengenai pembelian jam tangan Rolex untuk Timnas menuai berbagai reaksi dari masyarakat dan media. Sebagian besar menyambut positif langkah ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap olahraga nasional. Namun, ada juga yang mempertanyakan apakah penggunaan dana pribadi untuk tujuan tersebut sudah tepat, mengingat masih banyak kebutuhan lain yang lebih mendesak dalam dunia olahraga Indonesia.

Perspektif Sejarah dan Tradisi

Dalam sejarahnya, pemberian barang mewah kepada atlet atau tim nasional bukanlah hal baru. Beberapa negara memiliki tradisi memberikan hadiah berupa barang berharga sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang diraih. Di Indonesia sendiri, pemberian barang seperti jam tangan kepada atlet pernah dilakukan pada era Orde Baru, meskipun dengan konteks dan tujuan yang berbeda.

Pertimbangan Ekonomi dan Sosial

Dampak Positif

Pemberian jam tangan Rolex dapat meningkatkan rasa percaya diri para pemain Timnas. Selain itu, langkah ini juga dapat menarik perhatian sponsor dan meningkatkan citra positif Timnas di mata publik.

Dampak Negatif

Di sisi lain, penggunaan dana pribadi untuk membeli barang mewah dapat menimbulkan kesan bahwa pemerintah atau instansi terkait tidak cukup mendukung kebutuhan dasar olahraga nasional. Hal ini bisa memunculkan kritik dari masyarakat yang berharap adanya alokasi anggaran yang lebih merata dan transparan.

Analisis dan Kesimpulan

Langkah Prabowo Subianto dalam menyediakan jam tangan mewah untuk Timnas dapat dilihat sebagai bentuk dukungan pribadi yang positif. Namun, penting untuk memastikan bahwa langkah tersebut tidak menutupi kebutuhan mendesak lainnya dalam dunia olahraga Indonesia, seperti peningkatan fasilitas, pelatihan, dan kesejahteraan atlet

Kesimpulan


Pemberian jam tangan Rolex untuk Timnas Indonesia oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dipastikan menggunakan uang pribadi Prabowo, bukan dana negara. Kepastian ini disampaikan langsung oleh pihak Istana untuk merespons pertanyaan publik. Langkah ini merupakan bentuk apresiasi pribadi terhadap perjuangan para pemain Timnas di ajang internasional. Dengan demikian, hadiah tersebut tidak menimbulkan beban anggaran negara dan menjadi simbol dukungan nyata bagi prestasi olahraga nasional.

https://seancorcoranart.com/

Tags:

Presiden Donald Trump Suka Suku Bunga Rendah Alasannya?

Presiden Donald Trump, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sangat menyukai suku bunga rendah. Presiden Donald Trump menginginkan The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga sebagai tindakan balasan terhadap perlambatan ekonomi yang diperkirakan dan meningkatnya inflasi dari tarif.

Presiden Donald Trump

Memahami Motivasi Ekonomi dan Politik di Balik Dorongan Donald Trump untuk Menurunkan Suku Bunga

Suku bunga adalah salah satu instrumen paling vital dalam pengelolaan ekonomi suatu negara. Dalam konteks Amerika Serikat, peran Federal Reserve (bank sentral AS) dalam menetapkan tingkat suku bunga menjadi sorotan penting, terutama selama masa kepresidenan Donald J. Trump. Sepanjang masa jabatannya, Trump secara terbuka mendorong The Fed untuk menurunkan suku bunga. Tapi, kenapa Trump begitu menyukai suku bunga rendah? Artikel ini mengupas enam alasan utama yang melatarbelakangi pandangan ekonomi Trump terhadap kebijakan moneter ini.

Presiden Donald Trump Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Cepat

Salah satu argumen utama Trump dalam menyerukan suku bunga rendah adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Suku bunga yang rendah membuat biaya pinjaman lebih murah, baik bagi konsumen maupun pelaku bisnis. Hal ini merangsang:

  • Investasi korporasi

  • Konsumsi rumah tangga

  • Kegiatan ekonomi sektor perumahan

Trump percaya bahwa dengan menurunkan suku bunga, maka ekonomi bisa tetap tumbuh secara agresif, bahkan melampaui 3% per tahun, yang merupakan target ambisius pemerintahannya.

Presiden Donald Trump Meningkatkan Daya Saing Ekspor AS

Suku bunga rendah biasanya mendorong depresiasi nilai mata uang domestik. Dalam hal ini, suku bunga yang lebih rendah di AS bisa melemahkan dolar, yang secara langsung berdampak pada peningkatan daya saing ekspor Amerika.

Dengan melemahnya dolar akibat suku bunga rendah:

  • Harga ekspor menjadi lebih murah di pasar internasional

  • Produk Amerika lebih kompetitif dibanding produk asing

Hal ini sejalan dengan strategi Trump yang mengusung prinsip “America First”, termasuk dalam perdagangan internasional.

Menunjang Pasar Saham

Trump dikenal sangat memperhatikan performa pasar saham, bahkan sering kali mengaitkan pencapaian indeks seperti S&P 500 dan Dow Jones sebagai indikator langsung keberhasilan pemerintahannya.

Suku bunga rendah memiliki efek positif terhadap:

  • Harga saham, karena biaya modal menjadi lebih rendah

  • Perusahaan yang berutang besar, terutama di sektor teknologi dan manufaktur

  • Investor yang mencari imbal hasil lebih tinggi dari saham ketimbang obligasi.

Bagi Trump, pasar saham yang kuat bukan hanya pencapaian ekonomi, tetapi juga senjata politik menjelang pemilu.

Meminimalkan Biaya Pembayaran Utang Nasional

Amerika Serikat memiliki utang nasional yang sangat besar. Pada masa pemerintahan Trump, utang nasional meningkat signifikan akibat pemotongan pajak dan peningkatan belanja infrastruktur dan militer.

Dengan suku bunga rendah:

  • Pembayaran bunga atas utang pemerintah lebih murah

  • Pemerintah dapat mengalihkan anggaran ke sektor lain tanpa membebani anggaran federal

Trump melihat suku bunga rendah sebagai cara untuk mengelola utang negara tanpa harus menaikkan pajak atau memangkas program-program populis.

Stimulasi Ekonomi Jelang Pemilu

Dalam konteks politik, Trump memahami bahwa kesejahteraan ekonomi erat kaitannya dengan peluang elektoral. Tingkat pengangguran yang rendah, pasar saham yang naik, dan pertumbuhan ekonomi yang stabil adalah modal politik menjelang pemilu.

Sebelum Pemilu 2020, Trump secara agresif mendesak The Fed untuk memangkas suku bunga, dengan tujuan:

  • Mempercepat pertumbuhan ekonomi di tahun pemilu

  • Memberi kesan bahwa kebijakannya berhasil

  • Meningkatkan kepercayaan konsumen dan investor

Dengan suku bunga rendah, Trump ingin memastikan ekonomi tetap panas dan mendukung citranya sebagai “Presiden pro-bisnis”.

Meniru Strategi Negara Lain yang Lebih Agresif

Trump sering membandingkan kebijakan suku bunga AS dengan negara lain seperti Jepang, Jerman, dan China yang menerapkan suku bunga sangat rendah, bahkan negatif.

Menurut Trump:

  • The Fed harus lebih proaktif dan adaptif

  • Amerika Serikat seharusnya memanfaatkan kekuatan ekonominya untuk bersaing secara lebih agresif dalam perekonomian global

Dengan kata lain, Trump menganggap suku bunga rendah bukan hanya instrumen domestik, tapi juga senjata ekonomi internasional.

Kesimpulan

Kecintaan Trump terhadap suku bunga rendah bukanlah kebetulan atau sekadar pandangan pribadi. Ia melihat suku bunga rendah sebagai alat multifungsi yang mendukung:

  • Agenda pertumbuhan ekonomi nasional

  • Daya saing global

  • Stabilitas politik menjelang pemilu

  • Keseimbangan fiskal di tengah utang yang terus meningkat

Bagi Trump, kebijakan moneter yang longgar bukan semata urusan teknis, melainkan bagian dari narasi besar tentang kejayaan ekonomi Amerika.

Bagaimana Kondisi Emas Kedepan? Begini Proyeksi Lengkapnya

Kondisi Emas, Pergerakan emas dunia dalam beberapa waktu terakhir seakan ‘galau’ karena sentimen pasar dari global terutama di Amerika Serikat (AS) cenderung berubah-ubah. Sepanjang pekan ini, harga emas memang masih menguat 0,62%. Namun pada perdagangan Jumat (6/6/2025) lalu, harga emas ambruk. Merujuk Refinitiv, harga emas di perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (6/6/2025) ditutup di posisi US$ 3.309,67 per troy ons. Harganya ambruk 1,3%.

Kondisi Emas

Kondisi Emas  telah menunjukkan tren positif pada tahun 2025, dengan berbagai lembaga keuangan dan analis pasar memberikan proyeksi yang optimis. Emas diperkirakan akan terus menjadi aset yang menarik bagi investor di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Kondisi Emas Proyeksi Harga Emas Global

  • Goldman Sachs memperkirakan harga emas akan mencapai $3.000 per ounce pada tahun 2026, didorong oleh inflasi global yang tinggi, ketegangan geopolitik, dan kebijakan moneter yang longgar dari bank sentral utama .
  • UBS meningkatkan proyeksi harga emasnya, dengan estimasi harga mencapai $3.200 per ounce pada akhir tahun 2025, mencerminkan optimisme terhadap permintaan institusional dan ketidakpastian pasar .
  • Dukascopy Bank menyajikan proyeksi harga emas antara $2.200 hingga $2.400 per ounce pada akhir tahun 2025, dengan potensi kenaikan lebih lanjut pada tahun 2026 jika inflasi dan ketegangan geopolitik berlanjut .

Kondisi Emas Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas

Inflasi Global yang Tinggi: Inflasi yang tidak terkendali di berbagai negara mendorong investor untuk mencari aset yang dapat melindungi nilai kekayaan mereka, dengan emas sebagai pilihan utama .

Ketegangan Geopolitik: Konflik di Timur Tengah dan ketegangan antara negara-negara besar meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven .

Kebijakan Moneter Bank Sentral: Pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral utama, termasuk penurunan suku bunga, meningkatkan daya tarik emas sebagai investasi .

Permintaan dari Bank Sentral: Bank-bank sentral global diperkirakan akan membeli sekitar 1.000 ton emas pada tahun 2025. Hal ini menandakan kepercayaan mereka terhadap logam mulia ini sebagai aset cadangan 

Potensi Koreksi Harga Emas

Meskipun proyeksi jangka panjang menunjukkan tren positif, beberapa analis memperingatkan potensi koreksi harga emas dalam jangka pendek:

Quant Mutual Fund memperkirakan harga emas dapat turun 12-15% dalam dua bulan ke depan. Hal ini tetap mempertahankan pandangan positif untuk jangka menengah dan panjang .

Kondisi Emas Proyeksi Harga Emas di Indonesia

Dengan asumsi kurs Rp15.000 per dolar AS:

  • Harga emas global: $2.500 per ounce setara dengan sekitar Rp1.200.000 per gram.
  • Harga emas global: $3.000 per ounce setara dengan sekitar Rp1.440.000 per gram.

Kesimpulan

Harga emas diperkirakan akan terus meningkat pada tahun 2025, didorong oleh inflasi global, ketegangan geopolitik, dan kebijakan moneter yang longgar. Investor disarankan untuk mempertimbangkan emas sebagai bagian dari portofolio investasi mereka, dengan memperhatikan potensi koreksi harga dalam jangka pendek.

Tags: