Gunung Emas Baru Ditemukan di Hawaii

Lahar meletus dari lubang bagian barat pada dinding kaldera di gunung berapi Kilauea, Hawaii, Amerika Serikat (AS), Senin (23/12/2024).  (U.S. Geological Survey via AP)

Gunung berapi di Hawaii ternyata membawa lebih dari sekadar lava panas. Ilmuwan kini menemukan jejak emas dan logam mulia lainnya yang diduga berasal dari inti Bumi.

Penemuan ini berasal dari penelitian tim internasional yang dipimpin oleh ahli geokimia Nils Messling dari Universitas Göttingen, Jerman. Dalam pernyataannya, Messling mengungkapkan keterkejutannya saat pertama kali melihat hasil riset.

“Ketika hasilnya keluar, kami sadar kami benar-benar menemukan emas,” ujarnya, seperti dikutip Newsweek pada Rabu (11/6/2025).

“Data kami mengonfirmasi bahwa material dari inti, termasuk emas dan logam mulia lainnya, naik ke mantel (lapisan selimut Bumi yang terletak di bawah kerak Bumi) dan akhirnya muncul di permukaan,” tambah Messling.

Lebih dari 99,999% cadangan emas dan logam mulia Bumi terkubur dalam inti logamnya, jauh di bawah permukaan. Namun, dengan teknologi analisis isotop terbaru, peneliti mendeteksi kadar tinggi isotop 100 Ru di lava Hawaii.

Penelitian ini pun membuka kemungkinan bahwa sebagian emas dan logam mulia yang langka di Bumi mungkin memiliki asal usul dari kedalaman yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Namun penelitian lebih lanjut harus dilakukan.

“Apakah proses ini juga terjadi di masa lalu masih perlu dibuktikan,” kata Messling. “Namun, temuan ini memberi kita sudut pandang baru tentang bagaimana dinamika dalam Bumi berkembang,” tambahnya.

Sementara itu, menurut Profesor Matthias Willbold, rekan penulis studi, temuan ini menantang pemahaman lama bahwa inti Bumi sepenuhnya terisolasi. Ia berujar ini bisa membuktikan bahwa material dari batas inti dan mantel naik ke permukaan dalam jumlah besar-besaran, bahkan bisa membentuk pulau-pulau seperti Hawaii.

Sebelumnya, letusan gunung di Hawaii juga disebut-sebut menyemburkan permata. Salah satunya letusan gunung berapi Kilauea yang membuat batu permata Olivine (Olivin) muncul.

Kesal Kerja Tak Sesuai Hati, Ini Cara Soeharto Cari Duit Saat Nganggur

Presiden Indonesia Mohamed Suharto tiba di pusat Sava untuk menghadiri KTT Nonblok ke-9, 04 September 1989 di Beograd. (Photo by MICHEL GANGNE / AFP/File Foto)

Pahitnya menganggur dan sulitnya mencari kerja pernah juga dirasakan oleh Soeharto. Bahkan, di masa-masa menganggur, Soeharto mengambil langkah nekat untuk bisa mempunyai uang segepok demi bertahan hidup berbulan-bulan, yakni bermain judi.

Kisah ini terjadi pada dekade 1930-an. Saat itu, kehidupan Soeharto berbanding terbalik dengan kondisi masa tua. Dia jauh dari kejayaan dan kekayaan. Bagi Soeharto, dan mayoritas orang Indonesia saat itu, cara terbaik memperbaiki hidup adalah bersekolah.

Maka, dia pun bersekolah meski hanya sampai sekolah menengah atau schakel school . Namun, ekspektasi tersebut tak kesampaian.  Dalam catatan R. E. Elson di Soeharto: Sebuah Biografi Politik (2005), setelah sekolah pun Soeharto tetap kesulitan mencari kerja.

Alhasil, dia pun menjadi pengangguran di usia belasan tahun. Untungnya, fase ini tak lama. Pria kelahiran 8 Juni 1921 ini mendapat pekerjaan di bank. Dia bertugas sebagai pemberi pinjaman yang berkeliling dari rumah ke rumah.

Namun, akibat kerja tak sesuai panggilan hidup, Soeharto memutuskan berhenti kerja. Maka, dia pun menjadi pengangguran untuk kedua kalinya. Dalam Anak Desa: Biografi Presiden Soeharto (1976), fase pengangguran kali ini banyak dijalani Soeharto dengan kegiatan positif, yakni pengurus masjid.

Selama aktif di masjid, Soeharto melihat lowongan prajurit di Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL/ Koninklijk Nederlands-Indisch Leger). Dia pun bergegas daftar dan setelah menunggu lama akhirnya dinyatakan lolos. Dia pun tak lagi jadi pengangguran dan langsung naik status yang sangat mentereng, yakni tentara.

“Saya menemukan kesenangan dan mulai tertarik untuk benar-benar bisa hidup dari pekerjaan ini,” ungkap Soeharto dalam autobiografi Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya (1989).

Soeharto kemudian berdinas di Malang, Gresik, hingga Bandung. Gajinya 60 gulden per bulan. Namun, ketidakberuntungan kembali menimpa Soeharto.

Pada 8 Maret 1942, Belanda kalah dari Jepang. Indonesia pun mengalami pergantian kekuasaan ke tangan Negeri Matahari Terbit. Di sini, aktivitasnya di KNIL berhenti. Dia menjadi pengangguran untuk ketiga kalinya.

Fase pengangguran ketiga kemudian menjadi paling berat bagi sosok yang kelak menjadi jenderal itu. Soeharto yang jadi bagian pemerintahan Hindia Belanda jelas terancam ditawan pemerintah Jepang. Apalagi, kondisi ekonomi sedang sulit imbas perang.

Dia pun hanya punya uang 1 gulden. Jauh dari pendapatannya setiap bulan. Di tengah kondisi ini, Soeharto nekat melakukan perjudian untuk bisa bertahan hidup.

“Dalam keadaan menunggu nasib seperti itu saya main kartu cemeh dengan kartu londo,” ungkap Soeharto.

Menurut KBBI, cemeh adalah permainan judi dengan kartu kecil. Kala itu Soeharto menaruh uang 1 gulden. Tak disangka, dia pun menang hingga 50 gulden. Jika harga emas saat itu per gram mencapai 2 gulden, maka uang 50 gulden bisa membeli 25 gram emas,

Apabila dikonversi ke harga saat ini (1 gram: Rp1,8 juta), maka 50 gulden setara Rp47,7 juta. Artinya, Soeharto menang uang judi senilai Rp47 juta pada masa sekarang.

Uang tersebut kemudian digunakan untuk hidup berbulan-bulan bersama temannya, Amat Sudono. Dia memakai uang untuk beli baju baru agar tidak ketahuan kalau dirinya adalah tentara KNIL.

Setelahnya dia membeli tiket perjalanan pulang kampung ke Yogyakarta. Saat tiba, dia pergi naik bus ke Wonogiri. Di sinilah, Soeharto memulai hidup baru, tetapi tidak terlalu berat karena memegang uang hasil perjudian.

Fase pengangguran ketiga bagi Soeharto resmi berakhir berbulan-bulan kemudian. Dia bergabung ke kesatuan polisi Jepang. Dari sinilah, nasib baik terus menerus menimpa dirinya.

Kelak, sejarah mencatat di era kemerdekaan, dia menjadi tentara berpangkat cukup tinggi. Sejarah juga mencatat kariernya sebagai tentara mengantarkannya menjadi Presiden kedua Republik Indonesia.

Istana Pastikan Jam Tangan Rolex Buat Timnas Pakai Uang Prabowo

Jam Tangan Rolex, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan sumber dana pemberian jam tangan mewah bermerk Rolex untuk pemain timnas Indonesia dari Presiden Prabowo. Ia menegaskan bahwa itu berasal dari kantong pribadi presiden. Ia juga memastikan bahwa tidak ada anggaran negara yang digunakan untuk pembelian jam tangan itu. Adapun pemberian jam tangan mewah untuk seluruh pamain timnas garuda itu merupakan bentuk dukungan presiden atas prestasi yang sudah dibuat

Jam Tangan Rolex

Dalam beberapa pekan terakhir, publik Indonesia dihebohkan dengan kabar bahwa tim nasional sepak bola Indonesia (Timnas) akan menggunakan jam tangan mewah merek Rolex sebagai bagian dari perlengkapan resmi mereka. Kabar ini semakin menarik perhatian karena disebut-sebut bahwa dana untuk pembelian jam tangan tersebut berasal dari Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Fakta di Balik Jam Tangan Rolex untuk Timnas

Peran Prabowo dalam Pembelian Jam Tangan

Menurut informasi yang beredar, Prabowo Subianto berinisiatif untuk memberikan dukungan kepada Timnas dengan menyediakan dana untuk pembelian jam tangan Rolex. Langkah ini dianggap sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan para pemain dan sebagai simbol semangat juang yang tinggi.

Tujuan dan Makna Simbolis

Jam tangan Rolex dipilih bukan hanya karena kualitas dan prestisenya, tetapi juga sebagai simbol dari dedikasi dan profesionalisme. Dengan mengenakan jam tangan mewah ini, diharapkan para pemain Timnas dapat merasakan tanggung jawab besar yang mereka emban dan termotivasi untuk memberikan yang terbaik di setiap pertandingan.

Respons Masyarakat dan Media

Kabar mengenai pembelian jam tangan Rolex untuk Timnas menuai berbagai reaksi dari masyarakat dan media. Sebagian besar menyambut positif langkah ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap olahraga nasional. Namun, ada juga yang mempertanyakan apakah penggunaan dana pribadi untuk tujuan tersebut sudah tepat, mengingat masih banyak kebutuhan lain yang lebih mendesak dalam dunia olahraga Indonesia.

Perspektif Sejarah dan Tradisi

Dalam sejarahnya, pemberian barang mewah kepada atlet atau tim nasional bukanlah hal baru. Beberapa negara memiliki tradisi memberikan hadiah berupa barang berharga sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang diraih. Di Indonesia sendiri, pemberian barang seperti jam tangan kepada atlet pernah dilakukan pada era Orde Baru, meskipun dengan konteks dan tujuan yang berbeda.

Pertimbangan Ekonomi dan Sosial

Dampak Positif

Pemberian jam tangan Rolex dapat meningkatkan rasa percaya diri para pemain Timnas. Selain itu, langkah ini juga dapat menarik perhatian sponsor dan meningkatkan citra positif Timnas di mata publik.

Dampak Negatif

Di sisi lain, penggunaan dana pribadi untuk membeli barang mewah dapat menimbulkan kesan bahwa pemerintah atau instansi terkait tidak cukup mendukung kebutuhan dasar olahraga nasional. Hal ini bisa memunculkan kritik dari masyarakat yang berharap adanya alokasi anggaran yang lebih merata dan transparan.

Analisis dan Kesimpulan

Langkah Prabowo Subianto dalam menyediakan jam tangan mewah untuk Timnas dapat dilihat sebagai bentuk dukungan pribadi yang positif. Namun, penting untuk memastikan bahwa langkah tersebut tidak menutupi kebutuhan mendesak lainnya dalam dunia olahraga Indonesia, seperti peningkatan fasilitas, pelatihan, dan kesejahteraan atlet

Kesimpulan


Pemberian jam tangan Rolex untuk Timnas Indonesia oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dipastikan menggunakan uang pribadi Prabowo, bukan dana negara. Kepastian ini disampaikan langsung oleh pihak Istana untuk merespons pertanyaan publik. Langkah ini merupakan bentuk apresiasi pribadi terhadap perjuangan para pemain Timnas di ajang internasional. Dengan demikian, hadiah tersebut tidak menimbulkan beban anggaran negara dan menjadi simbol dukungan nyata bagi prestasi olahraga nasional.

https://seancorcoranart.com/

Tags:

Presiden Donald Trump Suka Suku Bunga Rendah Alasannya?

Presiden Donald Trump, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sangat menyukai suku bunga rendah. Presiden Donald Trump menginginkan The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga sebagai tindakan balasan terhadap perlambatan ekonomi yang diperkirakan dan meningkatnya inflasi dari tarif.

Presiden Donald Trump

Memahami Motivasi Ekonomi dan Politik di Balik Dorongan Donald Trump untuk Menurunkan Suku Bunga

Suku bunga adalah salah satu instrumen paling vital dalam pengelolaan ekonomi suatu negara. Dalam konteks Amerika Serikat, peran Federal Reserve (bank sentral AS) dalam menetapkan tingkat suku bunga menjadi sorotan penting, terutama selama masa kepresidenan Donald J. Trump. Sepanjang masa jabatannya, Trump secara terbuka mendorong The Fed untuk menurunkan suku bunga. Tapi, kenapa Trump begitu menyukai suku bunga rendah? Artikel ini mengupas enam alasan utama yang melatarbelakangi pandangan ekonomi Trump terhadap kebijakan moneter ini.

Presiden Donald Trump Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Cepat

Salah satu argumen utama Trump dalam menyerukan suku bunga rendah adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Suku bunga yang rendah membuat biaya pinjaman lebih murah, baik bagi konsumen maupun pelaku bisnis. Hal ini merangsang:

  • Investasi korporasi

  • Konsumsi rumah tangga

  • Kegiatan ekonomi sektor perumahan

Trump percaya bahwa dengan menurunkan suku bunga, maka ekonomi bisa tetap tumbuh secara agresif, bahkan melampaui 3% per tahun, yang merupakan target ambisius pemerintahannya.

Presiden Donald Trump Meningkatkan Daya Saing Ekspor AS

Suku bunga rendah biasanya mendorong depresiasi nilai mata uang domestik. Dalam hal ini, suku bunga yang lebih rendah di AS bisa melemahkan dolar, yang secara langsung berdampak pada peningkatan daya saing ekspor Amerika.

Dengan melemahnya dolar akibat suku bunga rendah:

  • Harga ekspor menjadi lebih murah di pasar internasional

  • Produk Amerika lebih kompetitif dibanding produk asing

Hal ini sejalan dengan strategi Trump yang mengusung prinsip “America First”, termasuk dalam perdagangan internasional.

Menunjang Pasar Saham

Trump dikenal sangat memperhatikan performa pasar saham, bahkan sering kali mengaitkan pencapaian indeks seperti S&P 500 dan Dow Jones sebagai indikator langsung keberhasilan pemerintahannya.

Suku bunga rendah memiliki efek positif terhadap:

  • Harga saham, karena biaya modal menjadi lebih rendah

  • Perusahaan yang berutang besar, terutama di sektor teknologi dan manufaktur

  • Investor yang mencari imbal hasil lebih tinggi dari saham ketimbang obligasi.

Bagi Trump, pasar saham yang kuat bukan hanya pencapaian ekonomi, tetapi juga senjata politik menjelang pemilu.

Meminimalkan Biaya Pembayaran Utang Nasional

Amerika Serikat memiliki utang nasional yang sangat besar. Pada masa pemerintahan Trump, utang nasional meningkat signifikan akibat pemotongan pajak dan peningkatan belanja infrastruktur dan militer.

Dengan suku bunga rendah:

  • Pembayaran bunga atas utang pemerintah lebih murah

  • Pemerintah dapat mengalihkan anggaran ke sektor lain tanpa membebani anggaran federal

Trump melihat suku bunga rendah sebagai cara untuk mengelola utang negara tanpa harus menaikkan pajak atau memangkas program-program populis.

Stimulasi Ekonomi Jelang Pemilu

Dalam konteks politik, Trump memahami bahwa kesejahteraan ekonomi erat kaitannya dengan peluang elektoral. Tingkat pengangguran yang rendah, pasar saham yang naik, dan pertumbuhan ekonomi yang stabil adalah modal politik menjelang pemilu.

Sebelum Pemilu 2020, Trump secara agresif mendesak The Fed untuk memangkas suku bunga, dengan tujuan:

  • Mempercepat pertumbuhan ekonomi di tahun pemilu

  • Memberi kesan bahwa kebijakannya berhasil

  • Meningkatkan kepercayaan konsumen dan investor

Dengan suku bunga rendah, Trump ingin memastikan ekonomi tetap panas dan mendukung citranya sebagai “Presiden pro-bisnis”.

Meniru Strategi Negara Lain yang Lebih Agresif

Trump sering membandingkan kebijakan suku bunga AS dengan negara lain seperti Jepang, Jerman, dan China yang menerapkan suku bunga sangat rendah, bahkan negatif.

Menurut Trump:

  • The Fed harus lebih proaktif dan adaptif

  • Amerika Serikat seharusnya memanfaatkan kekuatan ekonominya untuk bersaing secara lebih agresif dalam perekonomian global

Dengan kata lain, Trump menganggap suku bunga rendah bukan hanya instrumen domestik, tapi juga senjata ekonomi internasional.

Kesimpulan

Kecintaan Trump terhadap suku bunga rendah bukanlah kebetulan atau sekadar pandangan pribadi. Ia melihat suku bunga rendah sebagai alat multifungsi yang mendukung:

  • Agenda pertumbuhan ekonomi nasional

  • Daya saing global

  • Stabilitas politik menjelang pemilu

  • Keseimbangan fiskal di tengah utang yang terus meningkat

Bagi Trump, kebijakan moneter yang longgar bukan semata urusan teknis, melainkan bagian dari narasi besar tentang kejayaan ekonomi Amerika.

Bagaimana Kondisi Emas Kedepan? Begini Proyeksi Lengkapnya

Kondisi Emas, Pergerakan emas dunia dalam beberapa waktu terakhir seakan ‘galau’ karena sentimen pasar dari global terutama di Amerika Serikat (AS) cenderung berubah-ubah. Sepanjang pekan ini, harga emas memang masih menguat 0,62%. Namun pada perdagangan Jumat (6/6/2025) lalu, harga emas ambruk. Merujuk Refinitiv, harga emas di perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (6/6/2025) ditutup di posisi US$ 3.309,67 per troy ons. Harganya ambruk 1,3%.

Kondisi Emas

Kondisi Emas  telah menunjukkan tren positif pada tahun 2025, dengan berbagai lembaga keuangan dan analis pasar memberikan proyeksi yang optimis. Emas diperkirakan akan terus menjadi aset yang menarik bagi investor di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Kondisi Emas Proyeksi Harga Emas Global

  • Goldman Sachs memperkirakan harga emas akan mencapai $3.000 per ounce pada tahun 2026, didorong oleh inflasi global yang tinggi, ketegangan geopolitik, dan kebijakan moneter yang longgar dari bank sentral utama .
  • UBS meningkatkan proyeksi harga emasnya, dengan estimasi harga mencapai $3.200 per ounce pada akhir tahun 2025, mencerminkan optimisme terhadap permintaan institusional dan ketidakpastian pasar .
  • Dukascopy Bank menyajikan proyeksi harga emas antara $2.200 hingga $2.400 per ounce pada akhir tahun 2025, dengan potensi kenaikan lebih lanjut pada tahun 2026 jika inflasi dan ketegangan geopolitik berlanjut .

Kondisi Emas Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas

Inflasi Global yang Tinggi: Inflasi yang tidak terkendali di berbagai negara mendorong investor untuk mencari aset yang dapat melindungi nilai kekayaan mereka, dengan emas sebagai pilihan utama .

Ketegangan Geopolitik: Konflik di Timur Tengah dan ketegangan antara negara-negara besar meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven .

Kebijakan Moneter Bank Sentral: Pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral utama, termasuk penurunan suku bunga, meningkatkan daya tarik emas sebagai investasi .

Permintaan dari Bank Sentral: Bank-bank sentral global diperkirakan akan membeli sekitar 1.000 ton emas pada tahun 2025. Hal ini menandakan kepercayaan mereka terhadap logam mulia ini sebagai aset cadangan 

Potensi Koreksi Harga Emas

Meskipun proyeksi jangka panjang menunjukkan tren positif, beberapa analis memperingatkan potensi koreksi harga emas dalam jangka pendek:

Quant Mutual Fund memperkirakan harga emas dapat turun 12-15% dalam dua bulan ke depan. Hal ini tetap mempertahankan pandangan positif untuk jangka menengah dan panjang .

Kondisi Emas Proyeksi Harga Emas di Indonesia

Dengan asumsi kurs Rp15.000 per dolar AS:

  • Harga emas global: $2.500 per ounce setara dengan sekitar Rp1.200.000 per gram.
  • Harga emas global: $3.000 per ounce setara dengan sekitar Rp1.440.000 per gram.

Kesimpulan

Harga emas diperkirakan akan terus meningkat pada tahun 2025, didorong oleh inflasi global, ketegangan geopolitik, dan kebijakan moneter yang longgar. Investor disarankan untuk mempertimbangkan emas sebagai bagian dari portofolio investasi mereka, dengan memperhatikan potensi koreksi harga dalam jangka pendek.

Tags: