Shock Therapy! Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Rombak Puluhan Pejabat Pajak Sore Ini
JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan langkah berani dalam upaya bersih-bersih di lingkungan Kementerian Keuangan. Hari ini, Jumat (6/2/2026), Menkeu dijadwalkan melantik puluhan pejabat baru di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebagai bagian dari strategi reorganisasi besar-besaran.
Langkah ini menyusul perombakan serupa yang sebelumnya dilakukan di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) pada akhir Januari lalu.
Mutasi ke “Tempat Sepi” bagi Pejabat Bermasalah
Purbaya menegaskan bahwa perombakan kali ini bukan sekadar rotasi rutin. Ia memberikan peringatan keras kepada pejabat yang kedapatan tidak profesional atau melakukan “main mata” dengan wajib pajak.
“Kita pindahkan dari tempat-tempat yang dianggap gemuk dan kita anggap masih melakukan diskusi dengan para wajib pajak tertentu, untuk dipindahkan ke tempat-tempat yang lebih sepi,” tegas Purbaya di Kantor Pusat Kemenkeu, Jakarta.
Sebaliknya, para pegawai yang memiliki rekam jejak bersih dan kinerja mumpuni akan dipromosikan ke posisi strategis untuk mempercepat perbaikan sistem penerimaan negara.
Intisari Berita (Key Highlights)
-
Waktu Pelaksanaan: Jumat sore, 6 Februari 2026.
-
Jumlah Pejabat: Puluhan pegawai pajak akan dimutasi dan diputar posisinya.
-
Tujuan Utama: Reorganisasi dan rekonsolidasi untuk mencegah kebocoran penerimaan negara serta meningkatkan integritas.
-
Metode “Shock Therapy”: Memindahkan pejabat tidak profesional dari “lahan basah” ke daerah terpencil/sepi.
-
Konsistensi Reformasi: Melanjutkan tren perombakan 31 pejabat Bea Cukai yang dilakukan pada Januari 2026.
Topik Pembahasan Menarik (Deep Dive)
Selain mutasi jabatan, berikut adalah beberapa poin krusial yang menjadi sorotan publik terkait kebijakan ini:
-
Efektivitas Shock Therapy Terhadap Korupsi: Apakah pemindahan ke daerah terpencil cukup untuk memberikan efek jera, ataukah diperlukan sanksi administratif yang lebih berat?
-
Transparansi Pemilihan Pejabat Baru: Kriteria “pegawai bagus” yang disebut Menkeu diharapkan berbasis pada merit system yang transparan guna menghindari praktik nepotisme internal.
-
Dampak Terhadap Target Penerimaan Negara 2026: Dengan reorganisasi ini, publik menanti apakah rasio pajak (tax ratio) Indonesia akan meningkat secara signifikan di kuartal mendatang.
-
Digitalisasi vs. Integritas SDM. Meskipun teknologi perpajakan terus diperbarui, integritas SDM tetap menjadi celah krusial dalam interaksi antara fiskus dan wajib pajak.
