“Tantang” NATO, Trump Sebut Tak Ada Jalan Kembali soal Kuasai Greenland

Ketegangan Global: Ambisi Trump Kuasai Greenland dan Ancaman Pecahnya Aliansi NATO

DAVOS – Dunia kembali diguncang oleh eskalasi geopolitik terbaru. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara tegas menyatakan tidak akan mundur dari ambisinya untuk Kuasai Greenland. Pernyataan yang diunggah melalui platform Truth Social ini tidak hanya memicu kemarahan Denmark, tetapi juga mengancam stabilitas aliansi NATO dan memicu kekhawatiran perang dagang transatlantik yang masif.

Kuasai Greenland

“Greenland sangat penting untuk Keamanan Nasional dan Dunia. Tidak ada jalan kembali,” tulis Trump setelah melakukan pembicaraan dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte. Langkah provokatif ini diperkuat dengan unggahan gambar berbasis AI yang menampilkan sosoknya memegang bendera AS di tanah Greenland.

Intisari Berita: Poin Utama Krisis Greenland 2026

  • Ambisi AS: Presiden Trump menegaskan kepemilikan Greenland adalah prioritas keamanan nasional dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer.

  • Respon Denmark: PM Mette Frederiksen menyatakan Denmark tidak akan menyerah dan mulai menyiapkan langkah pertahanan militer sebagai respons atas ancaman AS.

  • Reaksi Uni Eropa: Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam “politik penindasan” dan UE menyiapkan paket tarif balasan senilai 93 miliar euro.

  • Dampak Ekonomi: Harga emas melonjak ke rekor tertinggi US$4.700 per ons akibat ketidakpastian global, sementara bursa Wall Street memerah.


Analisis Mendalam: Mengapa Greenland Begitu Penting?

Ketertarikan Amerika Serikat Kuasai Greenland bukanlah hal baru, namun pendekatan agresif di bawah pemerintahan Trump saat ini membawa risiko yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ada tiga alasan utama mengapa wilayah ini menjadi titik didih:

  1. Sumber Daya Alam yang Masif: Greenland diketahui memiliki cadangan mineral tanah jarang (rare earth metals) yang krusial untuk teknologi hijau dan industri pertahanan.

  2. Posisi Strategis Arktik: Seiring mencairnya es di kutub, rute pelayaran baru terbuka. Menguasai Greenland berarti mengontrol akses strategis di wilayah Arktik yang juga diperebutkan oleh Rusia dan China.

  3. Kedaulatan NATO: Denmark adalah sekutu kunci NATO. Ancaman terhadap kedaulatan Denmark oleh sesama anggota NATO merupakan krisis eksistensial bagi aliansi pertahanan Barat tersebut.

Uni Eropa Siapkan Senjata Ekonomi “Anti-Coercion”

Menanggapi tekanan dari Washington, Uni Eropa tidak tinggal diam. Di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, para pemimpin Eropa mulai merumuskan langkah balasan. Selain paket tarif senilai Rp1.600 triliun, UE mempertimbangkan aktivasi Anti-Coercion Instrument.

Instrumen ini memungkinkan Eropa untuk membatasi operasional raksasa teknologi asal AS di pasar digital Eropa. “Kami memilih rasa hormat daripada penindasan,” tegas Emmanuel Macron, menekankan bahwa Eropa tidak akan tunduk pada intimidasi ekonomi maupun militer.

Dampak Langsung pada Pasar Global

Ketidakpastian ini langsung direspon negatif oleh pasar keuangan. Para investor berbondong-bondong memindahkan aset mereka ke instrumen safe haven.

Meskipun Trump sempat mencoba melunakkan nada bicaranya di Davos dengan mengatakan “kita akan menemukan solusi di mana NATO akan sangat senang,” namun penolakannya untuk mencabut ancaman kekuatan militer membuat banyak pihak tetap skeptis.

Situs Judi Slot Online dan Bola Online Terpercaya Kadobet.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*